Jumat, 22 Maret 2013

CARAKU MEMANG BUKAN CARAMU & BEGITUPUN SEBALIKNYA


Berdoalah wahai insani apapun bentuk warna munajah nan terkandung didalam irama suaranya tanpa  harus membesitkan noda noda keraguan diantara langkah langkah kalbu agar sesuatu yg diharapan segera kuasa diberikan oleh keagungan TUHAN nun memiliki segala kekuasa'an walaupun terkadang pemberian wajah lukisan tiada selalu sama laksana asa niscaya siapapun kita didunia maka diripun tetap memiliki hak untuk terus menghiba curahan hujan anugerah hingga impian sanggup terwujud sesuai seperti dengan bingkai perminta’an tanpa memperdulikan tentang siapakah diri kita disini lantaran kasih sayang ILLAHI tidak pernah memandang akan tinggi rendahnya tonggak kasta hamba hambanya sewaktu manusia tersebut tengah berdiam dikeheningan doa doa kecuali letak letak tingkatan keistiqomahan sinafas nafas fana maka percayalah bahwa didepan”NYA kita semua sama jua selalu disejajarkan menurut prilaku kita sendiri sendiri tetapi meskipun tidak dibeda bedakan hendaknya diripun harus belajar mengenai sebuah lingkaran cara berdoa disaat mendesahkan munajah kepada sang pencipta karena seringkali disaksikan tentang setitik kesalahan nyata melalui gerakan cucu adam dikala mereka sedang meminta terhadap ALLAH SWT dengan cara mendongakan wajahnya sendari menatap cakrawala (gambar manusia berdoa seperti itu pasti sering kita dapati) niscaya akupun mengatakan sungguh bodoh & betapa beraninya kalian melakukan langkah itu sedangkan kenyata'an lain diduniawi senantiasa menggambarkan dirimu yg selalu gemetar sampai ketakutan sendari kamu tundukkan mukamu dikala engkau meminta terhadap seorang raja nun sama sama manusia sijiwa pemilik takdir mati dibelenggu rantai dosa niscaya tundukan kepalamu menghadap benggala kalbu serta letakanlah pemicu kesombongan harga dirimu diatas tempat  paling terendah jua lirihkanlah suara suara pinta supaya dimana cuma telingamu sahajalah nun bisa mendengarkan manakala engkau meminta setangkai buah karunia dengan beralaskan ke’ikhlasan ditiap tiap keistiqomahan sebagai benang pengikat dayung sampanya

                                                                           By.Dakara effendi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar